Jumat, 22 Februari 2013

Sekilas Tentang Negeri Adat Hualoy

Sekilas Tentang Negeri Adat Hualoy


YAMI INA AMA TUNI SIWARETTE SARI MITENE
 (Sumber : Tabaos Laskar Kakehan Buniari)
Hualoy Negeri adat yang terletak di Bumi Nusa Ina, Hualoy terletak di Seram bagian Barat, (Sumur Tala), Keturunan Hualoy adalah keturunan asli suku alifuru, Hualoy yang terdiri dari dua kata Hua dan Loy, Hua artinya Meloncat dengan bahasa Alune Alifuru, Dan loy mengiris kepala. Hualoy asal kata dari bahasa Alifuru , “U..hua rau, U loy Ur-run-=-Perinta Untuk Memanggal Kepala Manusia”.
Konon pada zaman dahulu jika seorang Ana Manawa (anak laki-laki) yang telah beranjak dewasa dan ingin menikah/memiliki istri harus diuji kemampuannya untuk menyembelih kepala manusia & di persembahkan di Baileo sebagai bukti kemandirian/perlambang keperkasaannya.
  





KAPITAN KAPITAN ALIFURU HUA LOI HU ALLAH HUA ULU







Bahasa yang di anut oleh masyarakat Hualoy adalah Bahasa Alune Alifuru dan bahasa Idonesia, menurut sumber Hualoy yang awalnya adalah Negeri Sama Ohi Ririnita atau UPU LATU yang mempunyai Tugas Untuk membagi tugas-tugas di nunusaku kepada para pendekar nunusaku. Di Hualoy terdapat tiga SOA terbesar yaitu, Soa Russy/Lussy, Soa Tubaka , dan Soa Hehanussa.
Hualoy dengan Nama Teon Sama Ohi Ririnita didirikan tepat pada puncak masahatu(Negeri Batu), Nunusaku Alapuri/Alifiru. keturunan pertama dari raja Nunusaku yang melewati sumur Tala, dengan Nama Tuni Ina Ama Siwarette Sarimitene, “YAMI Upu pata siwa Nunusaku Alifuru Tuni Latu Pati”
pada zaman dahulu di maluku berkuasa seorang pemimpin,beliau sangat di hormati dan ditakuti oleh seluruh rakyatnya.mereka betempat di pegunungan di pulau seram.
daerah kekuasaannya diberi nama AMAN NUNU SAKU, Aman Nunu Saku memiliki seorang pemimpin yang biasa di sapa UPU LATU.
UPU artinya yang mulia
LATU artinya raja....

Tale pata-pata ru
poso-poso upu re ona ina re
pata ina we
ona ina ome tatawae
sakulu tata ona alokae
sopa-sopa kona ina o
tauru kalo mae wora ita maawae
sopa-sopa kalo ika hita mao ne”
Artinya:
“banyak pendatang akan ke negeri sini
hanya satu yang pewaris
sabar dan penuh saling mengasihi
hai pewaris-pewarisku manusia sejati,
olah diri jangan baku hantam
apa yang kulaksanakan bukan tugas .
  
"Nunu oli, Nunu seli, Nunu karipatu, Patue karinunu."
"Saya katakan kepada kamu sekalian, bahwa saya adalah beringin besar. Dan setiap 
beringin besar akan tumbang, tapi beringin lain akan menggantinya. Demikian pula saya katakan kepada kamu sekalian, bahwa saya adalah batu besar. Dan setiap batu besar akan terguling, tapi batu lain akan menggantinya)."
Kekalahan kompenie ini membuat gouvernur
van Amboina Middelkoop menyetujui permintaan Raja-Raja ,Pati dan
Orang Kaya dimana tertulis TUJUH BELAS permintaan agar Pattimura dan
dan kawan-kawan bisa hentikan penyerangan dan berdamai dengan Blanda.
Pattimura sudah matang dengan segala tipuan penjajah,
dia menyuruh
Raja-Raja,Pati dan Orang Kaya menanda tanganni Perjajian Perdamaian
itu sedangkan Pattimura(Matulessy/Mat-Lussy) dan pemimpin lainnya sebagai saksi dan tidak
ikut menanda tangani.ISI TUJUH BELAS PERJANJIAN PERDAMAIAN INI dapat
kita membacanya pada arsip Negeri Haria (17 Keberatan Rakjat)
seperti yang diberikan oleh Bp.Raja JM Manuhutu kepada Tifa Masnait.
Yang menandatangani atas persetujuan bersama saniri , yaitu ;

H.E KESAOELIJA - RADJA OELATH.

P.LATOE MAE RISA - RADJA PAPEROE

A.TANA LEPI - RADJA TOEHAHA

J.LEI HITOE - PATI HARIA

J.W.PATTIA SINA - PATI BOOIJ

M.NIKIJOELOEW -PATI OUW

M.S.TITA LESI - RADJA SAPAROEA

J.PATTI WAEL - PATI TIOUW

M.S.WATTI MENA - PATI ITA WAKA

A.LILIPALI - IHA MAHOE

J.N HOELI SELAN - RADJA NOLOTH

J.HEHA NOESA - RADJA TITA WAE

J.M.MANOE SAMA - PATI ABOEBOEW

J.N.PATI NALA - PATI NALAHIA

L.P.TANA SALE - PATI LEI NITOE

D.T.TOEWANA KOTA - PATI AKOON

A.L.SOSE LISA - PATI SILA

P.PATI NAMA -RADJA OMMA

SALOMOM PATTINAMA -PATI WASOE U

PAOELOES SALAKA - RADJA KARIOEW

LAURENS TIOSOETA - KEPALA SIRI SORI

MATHEOES WATTI MENA - ORANG KAIJA

PIETER SOUW MAHOE - ORANG KAIJA SOUHOEKOE

FRANS WATTI MENA - ORANG KAIJA MAKAI MAKARIKI

PARTIOEMAN MAI LOPOE - ORANG KAIJA SAMA SOEROE

SAMUEL LEITIMOEN - ORANG KAIJA PAU LOHI

Nama -nama ini di tulis dalam ejaan lama.
Perang Pattimura hanya dalam sebulan saja kekalahan kompenie dan ke
rugiannya begitu besar.Di kota Ambon sendiri kapal-kapal kompenie lagi
kepulau-pulau lain memerangi kemarahan rakyat.
Raja-Raja,Pati dan Orang kaya bersama rakyatnya ikut serta dalam pe-
rang Pattimura.Untuk mengambil hati Raja-Raja dan rakyat juga Pati
dan orang kaiya Middelkoop membuat pesta di VICTORIA (benteng)di
kota Ambon dengan dendam atas Pattimura tetap tertahan.
Minum mabuk ancor lele ,makanan tersedia bagi Raja-raja dan rakyat
dan siapa saja boleh makan dan minum sesukannya.
Dalam keadaan mabuk dan senang maka rahasia terbuka sudah tanpa disa
dari maut menganga setiap saat.Disebuat penghianat ?,dalam keadaan
mabuk segala perkataan yang keluar menjadi alas tapak kaki kompenie
dan dia di pakai seterusnya dengan bujukan yang kurang padanya.
Pertanyaannya adalah Kenapa Negri Hualoy Tidak Ikut menandatangani Isi Perjanjian Perdamain Tersebut...?
Kenapa tidak satupun Raja dari Negeri Salam/Muslim yang terlibat dalam perjanjian tersebut ?
* PERANG MELAWAN MATA SIA (baca:Mata Kucing) BELANDA*
Bangsa yang besar adalah bangsa yg tidak lupa akan jasa para pahlawannya.........
ini lah Para kapitan-kapitan NUNUSAKU yg berpartisifasi dalam pemberontakan Melawan penjajah....
Dipimpin oleh:;
  
Saite Raisare dengan gelar Ahmad Lussy/PATIMURA
Para kapitan;

Kapitan LATU TUBAKA/RA TUBAKA

kapitan LATU LEANUSA

kapitan KAKIAI

kapitan Tosile

kapitan Soria Mailoa

kapitan-kapitan Patasiwa

Kapitan korputi dan nusawaka

kapitan abiyo

kapitan Sinai

kapitan Haikuti

Kapitan Tomamahu

Kapitan Tomahumi

Kapitan-Kapita Tuhaha

Kapitan sasambone

Kapitan Aipasa

Kapitan Pikalawan..

Serta ribuan prajurit KAKEHAN

 

*info : Alul Salva Hehanussa

19 komentar:

  1. Kapitan sasabone kaki tangan Belanda

    BalasHapus
  2. Kalau Keturunan Raja Nunusaku sepertinya bukan di Negeri Hualoy tapi di Negeri Latu, hal ini dibuktikan mulai dari penggunaan nama Negeri LATU yang artinya para putra RAJA, keturunan RAJA NUNUSAKU, begitupula PATIMURA itu juga dari LATU bukan Hualoy, karena sampai sekarang matarumah PATTIMURA cuma ada di Negeri Latu. Bukan di Hualoi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Negeri latu yang berteong Leparissa Amalatu punya nilai historis yang jauh dari silsilah upu latu Nunusaku, jang garos deng nama Latu lalu klaim kata dong keturunan RAJA NUNUSAKU bukang itu arti sebenarnya yang masih ditutupi orang tatua di negeri latu yang tau batul sejarah yang asli.

      Hapus
    2. Negeri latu yang berteong Leparissa Amalatu punya nilai historis yang jauh dari silsilah upu latu Nunusaku, jang garos deng nama Latu lalu klaim kata dong keturunan RAJA NUNUSAKU bukang itu arti sebenarnya yang masih ditutupi orang tatua di negeri latu yang tau batul sejarah yang asli.

      Hapus
    3. Negeri latu yang berteong Leparissa Amalatu punya nilai historis yang jauh dari silsilah upu latu Nunusaku, jang garos deng nama Latu lalu klaim kata dong keturunan RAJA NUNUSAKU bukang itu arti sebenarnya yang masih ditutupi orang tatua di negeri latu yang tau batul sejarah yang asli.

      Hapus
  3. Adoe barang negri negri laeng seng ada yg pake nama latu.... ose buta kah tuli... EN klo c bilang latu thu ad darah pattimura coba jelaskan dong pernah bakar kampong aph...karna dengan bukti dong pernah bakar orang pung kampong berarti dong masih ad titisan darah pattimura.... seperti pattimura menghancurkan benteng benteng pertahanan belanda.....ok sekian dan terimakasih...

    BalasHapus
  4. Thomas Matulessy itu tentara Inggris. Modernisasi Maluku terjadi di era kekristenan. klu bicara orang seram bukan cuma marga Matulessy saja. Klu mau lebih gila lagi bisa ale, Lessy itu bukan Maluku,tapi Jawa.

    BalasHapus
  5. Smua itu misteri jadi jang bkumlawang lay orang tua" saja yang 100 taong labe saja dong kalo dapa tanya tentang nunusaku tentang sejarah maluku dong cuman jawab itu misteri dan carita itu blum ad yang jlas karna setiap daerah caritanya lain"

    BalasHapus
  6. Smua itu misteri jadi jang bkumlawang lay orang tua" saja yang 100 taong labe saja dong kalo dapa tanya tentang nunusaku tentang sejarah maluku dong cuman jawab itu misteri dan carita itu blum ad yang jlas karna setiap daerah caritanya lain"

    BalasHapus
  7. Cukup mengetahui dan jadikan arti persaudaraan ,dari asal untuk awal kebersamaan.#trims#

    BalasHapus
  8. Bljrlh mengenali diri dan lingkungan sekitar.baru bisa mengarungi samudra .

    BalasHapus
  9. Basudara semua, Beta jack ely beta cuma kasetau saja, ini rasanya lucu kaya krg carita batu badang. Artinya bagini , maaf klu krg bicara nunusaku tdk usah campur aduk dgn penjajah,itu yg pertama.yg kedua bicara PATIMURA, klu bicara PATIMURA harus katong tau siapa sebenarnya PATIMURA. Jgn baku klem, klu orang latu atau waloy mengaku itu dari dong,harus tau asal mu asal tentang PATIMURA yg sebenarnya. Jgn baku klem,di harian porto bilang dari sana, coba jelaskan,klu memang PATIMURA dari latuwaloy dari tetesan latumana PATIMURA itu. Beta juga seng klem blg PATIMURA itu sapa WALLAH HU ALLAM. WASALAM FOR SAMUA.

    BalasHapus
  10. Yang jelas kapitan - kapitan Maluku adalah sosok karismatik yang berjuang membebaskan bumi Maluku dari penindasan penjajah, manusia berjiwa besar, nalurin kesatria, mencintai anak cucunya serta berhati lapang atas setiap persoalan.

    BalasHapus
  11. Thn 1980, pemerhati sjarah Pattimura, Nur Tawainella mengemukakan dalil mengenai nama Kapitan Pattimura. Dlm artikelnya berjudul "Menjernihkan Sejarah Pattimura" di majalah Panji Masyarakat nomor 295, edisi 1 Juni, Tawainella bilang bahwa Matulessy adalah hasil pengadopsian nama berdasarkan dialektika orang Maluku yg memanggil “Ahmad” Lussy selalu disingkat “Mat”: jadilah migrasi nama dari “Mat Lussy”, menjadi “Matulessy”. Sekalipun ada keinginan yg mungkin dpt dimengerti, namun cara Tawainella merupakan contoh kemujuran analogi dialektika yang luar biasa, tapi malah salah kaprah; lebih mengaburkan daripada menjelaskan.
    mengenai Matulessy atau Ahmad Lussy bukanlah masalah perdebatan benar atau salah.
    Kapitan Pattimura, Thomas Matulessy, dan Ahmad Lussy sebagai tiga sosok yg memang ada tetapi mereka bukan anak-anak dari satu bapak.

    Kecuali Kapitan Pattimura dan Thomas Matulessy, sosok Ahmad Lussy bahkan baru muncul seratus tahun sesudah peristiwa 15 Mei 1817 ketika, para kapitan Waehata Telu kembali akan menyerang Belanda di Piru pada 1919. Rencana bocor krn Walanda sudah mencium aksi itu terlebih dahulu lewat informasi dari siwalete Kakehan, atau marinyo (humas) yaitu Ahmad Lussy.

    Ketika penulisan sejarah Pattimura banyak dikitari bab2 gelap, tak terpikir oleh kita betapa dekatnya nilai sendi adat dan filsafat hidup orang basudara Maluku dngn kebenaran pd Pemilu pertama 1955 Sapiya diusung Partai Komunis Indonesia ?PKI untuk menjadi anggota DPR.
    Jika polemik dan kontroversi merupakan lahan subur bagi doktrin kontradiksi PKI, maka buku Sapiya tampak disiapkan jauh sebelumnya untuk mengacak-acak kerukunan hidup orang basudara yg berlandaskan nilai sendi adat melalui penulisan buku sejarah. Setelah Gestapu ?Gerakan 30 September 1966, Sapiya ditangkap karena terlibat partai terlarang,

    BalasHapus
  12. Logikanya Jika tentara Belanda d’Saparua hrs tunduk dbawah ketiak pasukan Thomas Matulessy atau ahmad lussy khusus pd 15 Mei 1817, seorang anak kecil pun dpt berpikir betapa wajarnya peristiwa itu disebut “Perang Matulessy”, "perang matlussy"atau “Perang Saparua”, "perang Hualoy" seperti halnya ada penyebutan peristiwa yg bernama “Perang Hoamoal”, “Perang Hitu”, “Perang Iha”, atau “Perang Alaka”. Pelogikaan itu penting krn alasan logis yg trsedia ada lebih dari cukup. Istilah “Perang Pattimura” tak kan ada tanpa ada yg mengenal Kapitan Pattimura. Logikanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  13. Kalau definisi fakta menyerang drumuskan sbagai tindakan sseorang atau skelompok orang mndatangi kelompok lain utk melawan, maka akan timbul bnyak pertanyaan? "(mengapa hrs trjadi penyerangan, sperti apa, bgaimana, dan sterusnya)". Kebutuhan mencocokan hubungan antara variabel fakta peristiwa ?tak hanya waktu dan tempat? membawa konsekuensi dlm bgaimana pninggalan jejak2 yang ada diisolasi, diangkat, dan diterangkan. Hubungan antara pelaku dan peristiwa, antara motif dan kejadian, sebab-akibat sama pentingnya dengan hubungan antara sejarah dan keterangan fakta; harus tidak menyerang akal sehat kita.

    BalasHapus
  14. PATTIMURA itu nama perang atau nama kapitang.. ?

    BalasHapus
  15. Masi menjadi misteri
    Katong generasi penerus subsengvtau sejarah asli katong pung leluhur tu sperti apa.. marna sejatinya , belanda dan oknum2 tertentu (bole jadi RMS) telah menghapus jejak sejarah yg sebenarnya ..

    BalasHapus